Sabtu, 18 Desember 2010

KORUPSI DAN MAHASISWA

Pemandangan yang terjadi saat ini adalah terjangkitnya korupsi dan suap menyuap pada elit-elit politik dan para intelektual, seperti terjadinya korupsi di KPU, Gubernur dan Bupati, sampai dengan Kejaksaan dan Pengadilan yang notebene dilakukan oleh orang-orang yang tergolong intelektual. Penomena yang lebih seru lagi adalah korupsi yang terjadi di Bulog, dan polemik Yusril Izha Mahendra. Hal yang sangat menarik untuk disimak adalah mengapa itu terjadi justru pada orang-orang yang dulunya berasal dari organisasi-organisasi mahasiswa, selanjutnya muncul pertanyaan adakah celah dalam organisasi mahasiswa yang mengarahkan mental seoarang mahasiswa untuk mendapatkan sesuatu dengan tanpa menghiraukan aturan dan ketentuan yang ada atau justru aturan itu sendiri yang tidak ada sehingga ada peluang untuk membentuk budaya yang dekat dengan korupsi.

Dalam perkembangan Negara Indonesia, mahasiswa selalu menempati posisi utama sebagai penggerak perubahan. Hal dapat di lihat dari tiga proses besar dalam perkembangan Negara Indonesia. Pertama dalam proses lahirnya Negara Republik Indonesia yang di cetus oleh para pelajar dan mahasiswa Indonesia baik yang ada di negeri belanda maupun yang berada dalam Negeri. Hal ini ditandai dengan berdirinya organisasi-organisasi yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Kemudian dalam proses proklamasi Negara Republik Indonesia tidak terlepas dari campur tangan dari mahasiswa, yaitu dengan terjadinya peristiwa Rengas dengklok yang dijadikan momentum utama untuk menekan golongan tua ; Soekarno dan Hatta, agar segera memerdekakan Negara Republik Indonesia, yang akhirnya melahirkan orde lama. Kedua pada saat lahirnya orde baru yang lebih dikenal dengan rezim Soeharto, juga diawali dengan gerakan mahasiswa yang menentang peristiwa berdarah 30 september 1965 atau lebih dikenal dengan G30SPKI dan pemerintah orde lama yang dianggap berpihak kepada partai komunis. Ketiga yaitu gerakan mahasiswa yang menurunkan Soeharto dari tampuk kekuasaannya. Gerakan tersebutlah yang akhirnya melahirkan era Reformasi yang beralangsung saat ini.

Dari peristiwa tersebut dapatlah dikatakan bahwa dalam perkembangan dewasa ini mahasiswa masih sebagai kekuatan utama dalam kehidupan kenegaraan. hal ini bukan hanya terjadi di Negara Indonesia tetapi juga di Negara-negara dunia ketiga lainnya.

Dalam aktifitas sebagai pendorong perubahan politik dibutuhkan oraganisasi-organisasi sebagai wadah pemecahan masalah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara bersama-sama serta sekaligus sebagai proses pendewasaan diri. Di Negara Indonesia dikenal banyak organisasi-organsisasi mahasiswa, seperti KAMI, HMI, PMII, GMKRI dan lain-lain. Seiring dengan era reformasi sekarang ini yang telah memberikan perubahan pada kehidupan ketatanegaran baik dalam sistem maupun implementasinya, out-putnya adalah adanya transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Selanjutnya timbul pertanyaan yang mendasar apakah organisasi mahasiswa di Indonesia sekarang sudah mengikuti perubahan tersebut.

Paradigma dalam organisasi mahasiswa yang ada sekarang ini, ada permasalah yang sangat mendasar yaitu masih adanya paradigma lama dalam sistem, sehingga nantinya akan melahirkan seorang mahasiswa yang bermental lama dekat dengan korupsi. Hal ini dapat dilihat hampir setiap organisasi mahasiswa tidak ada satupun badan atau lembaga yang dibentuk gunamengatur tentang transparansi dalam penggunaan dana organisasi dan tidak ada lembaga pengawas dalam pengelolaan dana tersebut. Sebagai dampak hal tersebut menciptakan peluang terjadi penyalahgunaan dana oleh pengurus atau ketua pelaksana suatu kegiatan.

Sebagai contoh, dalam sebuah kegiatan seorang mahasiswa mengajukan proposal ke suatu dinas/departemen atau mendapatkan dana bantuan dari alumni dan mendapatkan, semisalnya 5juta, selanjutnya timbul lagi pertanyaan, siapa yang mengawas uang 5 juta tersebut. Hal inimenciptakan peluang seorang mahasiswa untuk melakukan korupsi ditambah lagi tidak ada sanksi yang tegas bagi setiap organisasi mahasiswa, yang ada hanya sanksi penolakan laporan pertanggungjawaban bagi seorang ketua organisasi yang laporan keuangannya tidak terinci dengan jelas. Adapun tindakan organisasi atas kekurangterincian keuangan tersebut tidak ada sama sekali.

Dari permasalahan tersebut jika dianalogikan, organisasi mahasiswa saat ini diibaratkan “ sebuah rumah yang penuh dengan harta yang berharga, sementara itu pintu rumah, jendela dan pagar rumah terbuka dengan lebar sedangkan penghuninya tidak ada, di saat yang sama orang berlalu lalang melewati rumah tersebut “. Dicuri-atau tidaknya barang berharga yang ada dalam rumah tersebut tergantung pada orang yang lewat. Dalam hal ini ada satu hal yang perlu diingat bahwa seorang manusia adalah mahkluk yang tidak mutlak artinya sesuatu yang baik ketika diberikan kepada manusia belum tentu menjadi baik, sesuatu yang berharga dan diberikan peluang bagi manusia untuk mengambilnya belum tentu tidak diambil oleh manusia, karena prilaku manusia sangat tergantung kepada tingkat keimanan dan moraltitas seorang manusia. Dalam kondisi sekarang ini lebih tepatnya adalah tidak memberikan peluang orang untuk melakukan suatu tindak kejahatan, seperti dalam organisasi mahasiswa tidak memberikan peluang bagi mahasiswa untuk melakukan penyelewengan dana. Sebagai tolak ukurnya, megapa justru persoalan korupsi lebih ditekankan pada mahasiswa, dasarnya adalah umumnya mahasiswa yang aktif di organisasi akan lebih cendrung dan mudah untuk terjun ke perpolitikan dan birokrasi serta diarahkan untuk menjadi pemimpin.

Kita bercermin pada permasalahan diatas selayaknya elemen mahasiswa melakukan reformasi diri baik secara sistem dengan pengaturan yang tegas dalam hal transparansi pengelolaan dana dan sistem pengawasan. Sistem pengawasan yang mesti dilakukan adalah dengan menciptakan lembaga pengawasan transparansi dana organisasi yang bersifat independent dan mempunyai keahlian dalam pengawasan dan audit. Selajutnya juga diiringi dengan pola kegiatan yang lebih mengarahkan kepada pembentukan karakter diri pada moralitas. Dengan demikian harapan untuk menghapus penyakit korupsi di Indonesia dapat diatasi.


http://hukum.kompasiana.com

Kamis, 16 Desember 2010

Kesenjangan antara Teknologi Pertanian dan Aplikasinya di Petani

Teknologi sejatinya adalah sarana bagi peningkatan kesejahteraan manusia, baik itu efisiensi maupun efektivitas untuk meningkatkan produktivitas.

Begitu pula halnya dalam pertanian, teknologi pertanian dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian, baik itu dari sisi input, budidaya, dan pengolahan.

Dalam prakteknya di Indonesia, pengembangan teknologi pertanian tidak sejalan dengan sosialisasi terhadap usernya, terutama petani.

Ada link yang putus, dimana pihak perguruan tinggi dan swasta selaku pengembang teknologi dan pemerintah selaku pemegang kebijakan pertanian kurang saling bersinergi, dan parahnya lagi petani sebagai ujung tombak budidaya kurang mendapat edukasi tentang teknologi pertanian.

Pertanian adalah sains sekaligus seni, dimana tanah sebagai tempat bercocok tanam, tanaman sebagai komoditas tani, dan lingkungan meliputi iklim, cuaca, serta hama penyakit merupakan interaksi yang kompleks sekaligus sinergis yang saling berkaitan satu sama lainnya.

Ada baiknya petani dan bagi yang akan jadi petani belajar tentang ilmu dasar pertanian terutama tanah, karena tanah lah sumber hara terbesar bagi tanaman. Dengan demikian maka inovasi teknologi pertanian akan mudah diaplikasikan, baik itu introduksi dari pihak perguruan tinggi dan swasta serta pemerintah maupun dari pengalaman praktis petani itu sendiri.


Sabtu, 16 Oktober 2010

Distibusi Wewenang Antar Level Pemerintahan

Carut-marutnya praktik administrasi negara terlihat dalam pembagian wewenang yang tidak jelas alasan teknik-ekonomis-politisnya. Ini terjadi antar negara-provinsi-kabupaten secara total maupun antara departemen-dinas pprovinsi-dinas kabupaten secara sekoral ataupun antara departemen negara dengan kantor-kantor perwakilan mereka di provinsi dan kabupaten.

pembagian kerja yang tidak jelas atau dianggap tidak adil/ proporsional dan karenanya ditolak oleh sebagian stakeholders telah mengakibatkan kemarahan dan amuk massa pada masa awal reformasi, misalnya dalam soal hutan, pelabuhan serta pabrik. Bahkan isu inti dari desentralisasi (dan kehendak/ gertakan independensi dibeberapa provinsi) pada dasarnya adalah soal pembagian wewenang dan ikutannya : aset jabatan. Dalam hal pelayanan publik, pembagian wewenang yang tidak tepat bisa menimbulkan ketidakpuasan dikalangan warga.

Memang pembagian wewenang itu tidak terlepas dari soal kekuasaan politik maupun kekuatan birokratik; namun hendaknya alasan untuk itu diungkapkan secara jelas. Semua orang menyadari bahwa kekuatan itu memang perlu, menjadi insentif bagi seseorang untuk mau menjadi pejabat, akan tetapi kejelasan argumen juga perlu dilakukan. Orang tidak perlu malu mengungkapkan kepentingannya, karena toh itu semua dapat dipahami. Kejelasan dalam berargumen, keterusterangan dari setiap alasan yang melambari suatu keputusan, inilah yang harus dikembangkan dalam mengurus negara.

Dengan semangat reformasi dan demokrasi, sebenarnya prinsip subsidiaritas sangat bagus dan cocok diterapkan: biarkan wewenang dan urusan bernegara dikelola oleh mereka yang terbawah, dan hanya jika mereka tidak mampu melaksanakan, wewenang itu dapat dialihkan ke hierarkis diatasnya. Prinsip ini diterapkan oleh gereja, juga European Union, dan dapat bekerja dengan baik. Siapkah pemerintah mengadopsi prinsip ini ? ( ini sama halnya dengan bertanya : siapkah berdemokrasi,transparan dan bersemangat melayani warga ? )


Administrasi Negara : Isu Isu kontemporer

Jumat, 08 Oktober 2010

Liberalisme

Liberalisme

Dalam liberalisme peran Negara adalah menjalankan sedikit urusan yang tidak bisa dilakukan sendiri oleh individu. Seperti pembentukan hukum, jaminan hokum internasional, dan pembuatan uang. Jadi pemerintah disini lebih diasumsikan membantu atau sebagi pelayan rakyat.

Tokoh tokoh dalam liberlisme adalah Adam Smith dalam bukunya The WealthOf Nations (1776) dan David Ricardo dalam bukunya Principle of Political Economyand Taxation(1817). Selain itu ada tokoh lain yaitu

John stuart Mill

Menurutnya liberalism merupakan kekuatan perusak pada abad 18, jadi melemahkan wewenang kekuasaan Negara dan memperkuat kebebasan individu. Kemajuan social perlu dipahami sebagai kemajuan moral juga dan spiritual bukan hanya penumpukan kekayaan saja Negara perlu melakukan tindakan terbatas dan selektif untuk megoreksi kegagalan dan kelmahan pasar. Negara harus “berlepas tangan” dalam sebagian besar bidang kehidupan. Dalam hal ini Negara membiarkan rakyat berusaha dengan kemampuan meeka sendiri untuk kemakmuran. Akan tetapi Negara perlu campur tangan dalam bidang pendidikan anak, bantuan untuk orang miskin, dengan asumsi inisiatif individu tidak memadai untu meningkatkan kesejahteraan social.

Keynes

Mengombinasikan pengaruh Negara dan pasar, walaupun masih dalam semangat Adam Smith, gagasan ‘the invisible hand” hanya diterapkan pada isu kecil saja dan member peluang besar kepada Negara, walaupun terbatas untuk menerapkan pkenijakan yang konstruktif. Negara dapat menggunakan kekuasaannya untuk memperkuat dan memperbaiki beroperasinya mekanisme pasar tapi tidak dengan cara merkantilis yang nasionalis dan agresif maupun gaya komunis yang menerapkan atau mengutamkan gaya perkasa. Keynes memperjuangkan pasar bebas di berbagai bidang termasuk perdagangan dan keuangan internasional, tetapi peran positif pemerintah diyakininya dapat bermanfaat mengatasi persoalan yang tidak bisa ditangani oleh pasar seperti inflasi dan pengangguran

Teori stabilitas hegemonic

Pasar internasional dapat berfungsi optimal ketika tersedia “public goods” internasional yang dalam penyediaannya membutuhkan dana atau biaya yang luar biasa yang menyebabkan perdagangan bebas, perdamaian dan keamanan, perimbangan kekuatan, dan pembayaran international yang sehat.

Ketika muncul suatu kekuatan hegemon yang bersedia menanggung beban penyediaan barang barang public tersebt, maka ekonomi dunia cenderung mengalami pertumbuhan tinggi dan kemakmuran karena manfaat dari perdagangan bebas, keamanan dan perdamaian, maupun mata udang yang sehat merangsang perkembangan pasar dimana mana. Belanda Negara hegemon abad 18, inggris Negara hegemon abad 19, dan AS Negara hegemon pasca perang dunia ke II.

Kebangkitan kembali liberalism klasik

Friedrich von Hayek (1899-1992) berpendapat bahwa sosialisme dan pengaruh Negara yang semakin meningkat merupakan ancaman fundamental terhadap kebebasan individual.

Milton Friedman (1912-…) , menurunya control pemerintah selalu menimbulkan ketimpangan dan inefisiensi karena harus intervensi Negara dalam kehidupan privat harus diminimalisir. Kebebasan politik bekaitan dengan kebebasan ekonomi dan yang paling mampu menjamin keduanya adalah pasar bebas bukan tindakan Negara.

Neo Konservativisme/ neo-Liberal (1980-an-…)

- Praktisi : PM Inggris, Margaret Thatcher dan Presiden AS, Ronald Reagan.

- Mengadopsi ide ide Adam Smith dan hayek friedman

- Kebijakan dirancang untuk mengurangi control Negara atas kegiatan sector swasta dalam bentuk deregulasi dan pivatisasi BUMN.

Senin, 04 Oktober 2010

E-Administration sebagai langkah strategis peningkatan mutu pelayanan publik

IT governance di sektor publik merupakan konsep yang masih relatif baru, seirng dengan berkembangnya penggunaan IT di sektor ini. IT governance pada intinya adalah serangkaian kegiatan pengambilan keputusan dan penentuan atas framework akuntabilitas yang tepat dalam penggunaan IT pada organisasi. Infrastruktur, sumber daya manusia, budaya organisasi dan komitmen pimpinan memiliki peranan penting dalam efektifitas pelaksanaan e-administration. Kesemuanya itu harus terintergrasi dalam pelaksanaan e-administrasi di organisasi tersebut

Federal model adalah model yang paling sesuai diterapkan pada organisasi publik di indonesia, berkaitan dengan usaa peningkatan koordinasi komunikasi dan sharing information antar institusi publik di Indonesia. Alasan selanjutnya adalah, karena pada intinya federal model mengutamakan keikutsertaan pimpinan pusat dan tiap tiap unit dalam pembuatan keputusan yang terkait dengan TI dan akuntabilitas pelaksanaan TI pada organisasi publik.

Kebijakan yang terdesentralisasi dari pusat dan daerah tentang pelaksanaan TI governance, akan meningkatkan pelaksanaan TI governance di organisasi publik di Indonesia. Kebijakan dalam pembentukan perda di tingkat kabupaten dan kota madya akan meningkatkan secara strategic pelaksanaan TI governance, karena langsung menyentuh pada pelaksanaan pengambilan keputusan dan akuntabilitas pelaksanaan TI governance. Namun kebijakan kebijakan tersebut mampu memayungi seluruh keputusan yang berkaitan dengan proses manajemen, transparansi, akuntabilitas, dan kinerja birokrat yang berkaitan dengan IT governance di sektor publik. Termasuk dalam IT principles, IT architecture, IT infrastructure, kebutuhan organisasi, IT investment dan prioritasisasi.

Hambatan INovasi di Sektor Publik

Lahirnya paradigma baru dalam manajemen publik berupa governance memberikan kontribusi penting dalam menembangkan literatur adminstrasi publik. Kajian atau diskursus administrasi publik tidak hanya sebatas pada apa yang disebut sebagai administrasi klasik dimana hanya menitikberatkan pada dimensi-diensi manajerial dri administrasi pemerintahan. hadirnya governance sebagai konsep maupun praktik administrasi publik membuka wawasan baru untuk mengembangkan kajian yang lebih lintas batas pada sektor lain diluar sektor pemerintah. Ini menjadi satu lompatan baru dalam literatur administrasi publik modern. Sebagai sebuah sistem administrasi baru yang memungkinkan terpautnya multi-stakeholders dalam satu jalinan interaksi dalam proses kebijakan atau penyelenggaraan pelayanan publik, governance membutuhkan sentuhan sentuhan melalui intervensi kebijakan inovasi.

Kajian-kajian tentang inovasi governance inilah yang sekarang mewarnai dimanika praktik dan teori administrasi publik, khususnya manajemen publik. Dari aspek teoritis maupun praktik, inovasi governance merupakan satu peluang baru untuk menjadi kajian para akademisi atau pemerhati administrasi publik, terlebih selain baru konsep ini masih jauh dari situasi dimana konsep awal inovasi itu diambil dari sektor swasta. Banyak kajian (liat temuan Borins (2001) dan Drucker (1994) dalam sabar:2008) sudah dilakukan yang menghasilkan temuan-temuan penting yang menunjukkan bahwa praktik governance akan sulit diterapkan disektor publik hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain : munculnya skeptisme dan enggan berubah; ketergantungan pada anggaran pusat; dan misi dari sektor publik adalah menjamin terjadinya alokasi resources yang adil bukan memberikan pelayanan menurut kehendak pasar (citizen). Sedangkan faktor eksternal yang dapat menghambat terwujudnya inovasi di sektor publik adalah disebabkan terjadinya keraguan publik terhadap efektivitas suatu program.

Minggu, 03 Oktober 2010

diskresi birokrasi

Permasalahan klise yang sulit diatasi adalah rendahnya profesionalisme birokrasi. Padahal dari segi kompetensi sumber daya manusia, birokrasi dapat dikatakan lebih unggul karena bagaimanapun juga rekruitmentnya masih menggunakan kriteria mekanisme dan seleksi yang jelas (walaupun sering dilanggar). bebeda dengan counterpartnya di lembaga legislatif yang pola rekruitmentnya hanya mengandalkan suara terbanyak. Sumber dari permasalahan itu adalah 'ketidakberdayaan' birokrasi dalam menangkal intervensi 'kepentingan' baik politik maupun finansial. Sebagaimana konsepsi Weber dan pengikutnya, karena lingkungan birokrasi yang sarat kepentingan itulah maka perlunya prinsip ideal birokrasi agar selalu sadar dan berusaha menegakkan prinsip tersebut.

Berangkat dari pandangan itu, birokrasi sudah seharusnya memilliki ruang diskresi yang memungkinkan pengambilan keputusan secara mandiri, responsif dan semata mata ditunjukkan untuk mengatasi masalah riil di lapangan. asumsi yang berkembang, diskresi itu berbahaya sehingga harus dibatasi bahkan tidak perlu ada. tapi disisi lain ada yang berpendapat bahwa birokrasi itu justru dilindungi sehingga siapapun yang akan memanfaatkan birokrasi untuk kepentingan dirinya atau kelompok akan mendapat sanksi yang tegas. Pejabat setingkat Sekertaris Daerah dan Kepala Dinas perlu mendapat perlindungan ketika mengambil keputusan diskresi namun masih dalam bats kewenangannya dan demi mengatasi masalah yang lebih urgent. Garis batas kewenangan antara pejabat politik dengan birokrasi perlu dipertegas agar tidak ada yang saling mengintervensi dan dominasi diantara mereka yang pada gilirannya justru merugikan kepentingan politik.

Minggu, 26 September 2010

Resume Buku Meretas Perdamaian dalam konflik pilkada langsung

Judul Buku : Meretas Perdamaian dalam Konflik Pilkada Langsung
Penulis : A.A Gde Febri Purnama Putra
Editor : Gabriel Lele
Cetakan : 2009
Penerbit : Gava Media

Tema besar dalam buku ini adalah permasalahan pilkada yang tengah hangat hangatnya berkembang yang mengambil kasus Pilkada Langsung Bupati di Gianyardan Buleleng. Disebutkan bahwa pilkada yang seharusnya menjadi langkah pembaharuan politik daerah, ternyata malah menimbulkan permasalahan baru dengan munculnya konflik konflik didalamnya. Kekacauan di Gianyar timbul disebabkan oleh ketidakpuasan terhadap hasil perhitungan yang ditetapkan oleh KPUD Gianyar, dimana hal tersebut menuai protes karena dinilai terdapat berbagai kecurangan bahkan sempat diajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi Denpasar (hal 5-6), bahkan sempat terdapat riak riak massa untuk berbuat anarkis. Sedangkan di Kabupaten Buleleng tidak berbeda jauh dengan di gianyar, disini konflik sudah terjadi sejak penetapan calon terpilih akan tetapi pada saat verifikasi bakal calon Bupati, yang kemudian konflik berlanjut kekeputusan yang dikeluarkan oleh KPUD buleleng, massa menuntut KPUD membatalkan hasil PIilkada langsung yang sebelumnya telah dilaksanakan. Perbuatan anarkis justru terjadi secara besar besaran pada Pilkada Langsung Bupati di Buleleng, dimana terjadi aksi pembakaran meskipun tidak separah kerusuhan pada mei 1998. Besarnya konflik yang terjadi pada pilkada tersebut mengindikasikan bahwa perlunya penanganan yang serius, agar konflik yang terjadi tidak menodai pemaknaan dari demokrasi yang tertuang dalam pilkada langsung itu sendiri.
Buku ini merupakan hasil dari penelitian tentang pengelolaan konflik dalam penyelenggaraan pilkada secara langsung yang dilakukan oleh A.A Gde Febri Purnama Putra. Pendapat inti dari buku ini adalah bahwa pendekatan yang konvensional yang dilakukan oleh Pemerintah dalam menyelesaikan konflik Pilkada Langsung ternyata tidak memadai, hal ini dikarenakan orientasi yang legal-formal berbasis otoritas dan cenderung mengandalkan pendekatan sekuriti yang dimilikinya.
Buku ini tersusun menjadi 6 bagian. Bagian pertama berjudul “konflik dalam pilkada langsung : catatan Pengantar”. Mengulas seputar latar belakang yang menjadi pokok pembahasan dalam buku ini dan beberapa prespektif teori yang bermanfaat sebagai pijakan analisis untuk membahas Bab yang selanjutnya.
Bagian kedua, berjudul “Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Buleleng : 2 prespektif yang berbeda”. Menjelaskan tentang situasi, kondisi, serta deskripsi singkat mengenai locus kajian, dimana jika dilihat dari sudut pandang berbeda, keduanya memiliki perbedaan.
Bagian ketiga berjudul “Menelusuri akar kemunculan konflik”. Dalam bab ini penulis berusaha menelusuri sumber konflik di Gianyar dan Buleleng. Walaupun pada awalnya konflik muncul dari banyak sumber persoalan yang diangkat. Akan tetapi inti yang dapat disimpulkan dari beberapa persoalan tersebut adalah “ketidakpuasan” selain itu juga lemahnya kebijakan yang digunakan untuk mengawal pilkada damai.
Bagian keempat berjudul “Meretas jalan perdamaian di Gianyar”. Mendiskusikan tentang bagaimana peran serta Negara dalam proses resolusi konflik dalam pelaksanaan pilkada di Gianyar.
Bab kelima berjudul “Problematika resolusi konflik pilkada Buleleng”. Pada bagian ini menjelaskan bahwa kegagalan Negara mencegah serangkaian aksi pembakaran di Buleleng, karena pendekatan formal yang digunakan maka cenderung membuat Negara seolah olah membiarkan permasalahan timbul, sehingga proses resolusi konflik di Buleleng terkesan “Birokratis”.
Bab keenam berjudul “Catatan Akhir”. Dalam bagian ini berisi kesimpulan terhadap temuan yang telah dibahas pada bab sebelumnya , serta rekomendasi yang ditawarkan oleh penulis, pada bagian ini penulis juga berusaha menganalisis perbandingan antara kedua kasus resolusi konflik yang terjadi.
Secara umum buku ini mudah dipahami, bahkan oleh mahasiswa tingkat awal. Sebagai karya awal dari penulis muda buku ini tidak terlepas dari berbagai kekurangan akan tetapi hal tersebut tidak mempengaruhi upaya kontribusi buu ini terhadap upaya penyelesaian masalah public, tidak terkhususkan pada permasalahan pilkada. Secara tidak langsung buku ini mengajak para peneliti untuk lebih memperhatikan pentingnya peran nilai dan lembaga lokal untuk diproduksi dalam upaya penyelesaian permasalahan publik di Indonesia pada umumnya.

Sabtu, 22 Mei 2010

Revitalisasi Birokrasi Publik

SEPANJANG 62 tahun republik ini berdiri, model administrasi yang tepat bagi Negara terus dicari. Menjelang tahun 1970-an, Pemerintah Orde Baru (masa presiden Soeharto) menawarkan model administrasi Pemerintahan dinamai "Administrasi pembangunan". Awaludin Djamin, Bintoro Tjokroamidjojo, dan sodang P. Siagian dikenal sebagai pemikirnya. Birokrasi "Naik Pangkat" menjadi salah satu agent of development, sebagai upaya memicu pembangunan yang terlantar di zaman presiden Soekarno. Model birokrasi yang dikembangkan memiliki ciri sebagai berikut: memengaruhi dan mengarahkan masyarakat, innovative agent perubahan dan pembangunan, serta bersifat ekologis, pemecahan masalah, dan orientasi pada program. Sedangkan birokrasi Negara memiliki ciri netral di hadapan masyarakat, pelayan punlik dan efisiensi, agen penyeimbang, bersifat legalistis, hukum, dan ketertiban. Birokrasi model ini secara tidak langsung telah menopang kemajuan ekonomi orde baru, khususnya saat negeri ini merayakan Booming minyak, pada tahun 1970-an. Setelah itu dalam prakteknya birokrasi Indonesia berperan sebagai pengusaha dan pengaruhnya sampai paruh 1980-an ketika sumber daya ekonominya mengempis dan melemahkan posisi pemerintah sebagai aktor pertama pembangunan. Ketika Orde Baru lewat, dan masuk era reformasi arah birokrasi Indonesia belum juga ditata ulang secara menyeluruh dan komprehensiv. Setiap kali presiden berganti, organisasi birokrasi Pemerintah masih dikaitkan dengan politik akomodasi sang penguasa, di era Gusdur misalnya, terlihat adanya upaya perampingan organisasi birokrasi Pemerintahan. Namun itu tidak diletakkan dalam suatu kerangka berpikir yang terstruktur. Birokrasi menjadi tidak jelas tugas dan kewenangannya, terperangkap dalam tarik menarik antara permainan politik praktis dan Profesionalisme. Sekarang pun organisasi pemerintahan yang tambun tak bisa dilepas dari politik akomodasi yang dibutuhkan saat ini bukan perubahan radikal melainkan merevitalisasi model, semangat, fraksis dari ide dan gagasan pembaharuan birokrasi yang ada. Dalam kaitan revitalisasi itu, perlu dibuat catatan terhadap RUU tersebut. Draft RUU birokrasi pemerintah terkesan lebih menekankan pada peraturan teknis pelaksanaan administrasi Negara dan hanya mengatur tata cara pelaksanaan birokrasi Negara agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan tidak melanggar.
Pada sisi yang lain Birokrasi politik sebagai lembaga Negara yang mengembangkan misi kepentingan publik, dituntut bertanggung jawab terhadap publik yang dilayani. Pada hakekatnya ada 3 (tiga) konsep penting yang menyangkut tanggung jawab birokrasi politik terhadap publiknya, yaitu Akuntabilitas, Responsibilitas, dan Responsivitas (Darwin 1997 : 72)
Dalam prakteknya Akuntabilitas, Responsibilitas dan Reponsivitas dilaksanakan secara konsisten maka pelaksanaan birokrasi publik tidak perlu kebakaran jenggot terhadap gempuran kalangan pers. Sehingga dalam kenyataannya birokrasi publik belum dapat memenuhi dan mempertemukan tuntutan dan harapan publik dengan Standard Of Performance. Hal ini disebabkan karena kewenangan birokrasi publik kurang memberikan kepuasan dalam penyediaan pembentukan dan layanan karena masih terdapat ruang diskresi yang luas, sehingga berakibat layanan dan kebutuhan lokal memnjadi tidak memuaskan. Hal ini tentu saja akan berdampak sulitnya melakukan kompromi antara tuntutan rakyat dan Pemerintah.
Bahkan seringkali birokrasi lokal kurang memiliki akuntabilitas yang tinggi dalam melaksanakan tugas, wewenang dan tanggung jawab yang ada padanya. Pada era reformasi, birokrasi publik dituntut untuk mereform kebijakan dan aturan yang banyak tertuju pada praktek yang disebut (Mal administration) praktek yang menyimpang dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, yang sering dilakukan oleh birokrasi publik adalah " bias, Neglect, Inattention, delay, incompetence, Inaptitude, Perversity, Turpitude, arbitrarine, and so on " (Petters, 1984 : 239).
Sehingga peyebab timbulnya mal administrasi adalah rendahnya prefesionalisme aparat, kebijakan Pemerintah yang tidak transparan, pengakangan terhadap control sosial, tidak adanya managamen paritisipatif, berkembangya idiologi konsumtif dan kedonistik di kalangan penguasa belum adanya Code Of Conduct yang kuat, diberlakukan bagi aparat disemua lini dengan sanksi yang tegas dan adil. Oleh karena menurut (Islamy 1998) perlu disusun agenda kebijakan pengembangan akuntabilitas dan Responsibiltas publik bagi semua anggota birokrat.
Seandainya birkorasi publik mau belajar dan melakukan tentang birokrasi yang utuh kiranya dapat bercermin dengan apa yang dikatakan oleh ; Max Weber dalam konsepnya tentang Beauracy "adalah organisasi modern dimana azas The Right Man On The Right Palace atau The Right Man On The Right Job ditempatkan sebagai kondisi utama didalam penentuan Job Description sehingga kinerja dari birokrasi Pemerintah paling tidak akan mengalami perubahan dan pembaharuan secara dinamis sehingga optimalisasi dari pada para birokrat dapat dinilai secara professional. Yang pada gilirannya birokrasi publik pun akan menikmati hasil dari kinerja yang dilaksanakan. Pada akhirnya kita merenungkan kembali apa yang dikatakan " Tempora Mentamur In illis Muntatur (apabila zaman berubah maka manusia berubah)."

Kamis, 20 Mei 2010

Berbagai Pandangan Tentang Pelaksanaan Pemilu

Pro dan KOntra

Awalnya gagasan pilkada langsung menimbulkan Pro dan Kontra. Kelompok Pro berpandangan bahwa Pilkada langsung akan mengeliminasi distorsi-distorsi demokrasi dalam praktik pilkada system perwakilan (DPRD). Pilkada langsung dinilai sebagai jalan masuk (passport) bagi demokratisasipolitik di daerah karena dapat mengeliminasi atau mengkikis politik uang (money Politik), memperkecil ruang intervensi pengurus parpol dan memberikan kesempatan rakyat memilih pimpinan daerah secara objektif. Sedeangkan kelompok kontra berpendirian bahwa pilkada angsung merupakan ide dan keputusan premature yang tidak relevan peningkatan kualitas demokrasi karena kualitas demmokrasi di daerah lebih ditentukan oleh factor factor lain terutama kualitas anggota DPRD dan kualitas pemilih. Bagi kelompok kontra pilkada langsung menimbulkan bias demokrasi.

Kastorius Sinaga menilai pilkada langsung sebagai euphoria demokrasi. Euforia ini mendapatkan tempat di wacana public karena memang ada penyimpangan pikada lalu.Penyimpangan timbul karena dihasilkan oleh ketidaksempurnaan mekanisme system pilkada selama ini sekaligus karena praktik politik uang yang melibatkan anggota DPRD, jadi rendahnya kualitas DPRD menjadi inti merebaknya persoalan yang bermuara pada kekecewaan masyarakat.

Pandangan-pandangan yang kritis terhadap pikada langsung tidak menemukan relevansi karena dua hal, yaitu :
1. Sistem Pemilu yang Kurang Efektif
Perubahan system pemilihan DPRD (dan DPR) dalam Pemilu 2004 tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil (out-put). Pemilu merupakan sarana yang mengoreksi atau menguatkan harapan. Harapan digunakannya system “ proposional dengandaftar terbuka “ dalam pemilu 2004 adalah anggota DPRD yangdipilih benar-benar memahami kehendak rakyat atau sesuai aspirasi pemilih dan memiliki kepedulian di daerah pemilihannya.
Contoh : Dari 1500 anggota DPRD Kabupaten/ Kota terpilih diseluruh Provinsi Jawa Tengah hanya 4 orang yanh terpilih melalui BPP ( Bilangan Pembagi Pemilihan ), artinya sistem pemilu 2004 tidak bekerja maksimal karena hasil tersebut secara teknis menunjukkan bahwa hanya ada 4 orang anggota dprd tersebut yang memiliki mandate langsung dari rakyat selebihnya adalah mandat dari partai.
2. Perubahan Perilaku Memilih Masyarakat.
Perilaku memilih ( political behaviour ) atau preferensi politik masyarakat dalam Pemilu 2004, khususnya untuk pemilihan presiden dan wakil presiden menunjukkan perubahan signifikan yang ditandai dengan kegagalan koalisi partai Golkar, PDI-P, dan PPP (Koalisi kebangsaan) menjadi mesin pemilu pasangan Megawati Soekarno Petri dan KH.Hasyim Muzadi, yang dicalonkan PDI-P. Fakta itu tidak berarti koalisi Partai Demokrat, PKB, dan PBB sukses menarik simpati sehingga pasangan SBY-JK terpilih menjadi presiden dan wakil presiden. Yang hendak ditekankan adalah bahwa pemilihmemiliki dorongan kebutuhan untuk berubah sebagai respon terhadap persepsi negative terhadap politisi-politisi dan anggota legislative dari partai-partai politik yang tergabung dalam koalisi kebangsaan ( Golkar, PDI-P, dan PPP )

Berdasarkan uraian diatas Pilkada langsung merupakan jalan alternatifyang harus dilalui bagi peningkatan kualitas demokrasi di daerah

Kamis, 25 Februari 2010

Tambahkan Cinta Dan Kurangi Benci

Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis
tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis.
Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu
memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri
mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak
terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya.
Mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangat
gugup untuk berkata apa-apa dan si gadis mulai merasa tidak nyaman dan
berkata, "Kita pulang saja?".
Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, "Bisa minta
garam buat kopi saya?" Semua orang yang mendengar memandang dengan
ke arah si pria, aneh sekali! Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia
memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.
Si gadis dengan penasaran bertanya, "Kenapa kamu bisa punya kebiasaan
seperti ini?" Si pria menjawab, "Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah
pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan
rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan
setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat
kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen
orang tua saya yang masih tinggal di sana."
Begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si
gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya
itu. Si gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu
kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, peduli akan
rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Kemudian si
gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya
nun jauh di sana , masa kecilnya dan keluarganya.
Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat

juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka
berdua.
Mereka akhirnya berpacaran. Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria
itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia
sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli... betul-betul
seseorang yang sangat baik tapi si gadis hampir saja kehilangan seorang
lelaki seperti itu!
Kopi asin yang ada gunanya...
Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah,
sang putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia
selamanya, dan setiap saat sang putri membuat kopi untuk sang pangeran,
ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang
disukai oleh pangerannya.
Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat
yang berkata, "Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan
kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang
aku katakan padamu ... tentang kopi asin."
Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu
itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit
sekali bagi saya untuk mengubahnya karena kamu pasti akan tambah
merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir
bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk
berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya,
karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa
pun.
Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan
padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan
rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak
bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala
sesuatu yang saya lakukan untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan
terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya,

saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku,
meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi.
Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian
hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi
pakai garam?
Si gadis pasti menjawab, "Rasanya manis."
Kadang Anda merasa Anda mengenal seseorang lebih baik dari orang lain,
tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat Anda tentang seseorang itu
bukan seperti yang Anda gambarkan. Sama seperti kejadian kopi asin tadi.
Tambahkan Cinta dan Kurangi Benci karena terkadang garam terasa lebih
manis daripada gula.

Kamis, 21 Januari 2010

10 parfum terkenal dan termahal

Parfum adalah campuran minyak esensial dan senyawa aroma (aroma compound), fiksatif dan pelarut yang digunakan untuk memberikan bau wangi untuk tubuh manusia,obyek, atau ruangan. Jumlah dan tipe pelarut yang bercampur dengan minyak wangi menentukan apakah suatu parfum dianggap sebagai ekstrak parfum, Eau de parfum, Eau de toilette, atau Eau de Cologne.Tapi 10 parfum ini? okay, keep your breath!
1. Clive Christian’s Imperial Majesty (US$215,000) Hanya ada 10 buah didunia. Botol wewangiannya pun dari kristal murni yang dilapisi emas 18 karat. Pada leher botol terdapat berlian putih 5 karat! Dengan berat 17 ons, harga yang ditaksir mencapai Rp. 9 Miliar lebihhttp://theworldsmostexpensiveblog.files.wordpress.com/2007/09/most-expensive-perfume.gif?w=326&h=275
. 2. Clive Christian’s No.1 (US$2,150) Botolnya pun tak kalah mewah, krital dan berlian biasa 33 karat pada leher botol. Kemahalan juga ada pada aromanya yang menggunakan ylang-ylang (hanya tumbuh di Madagaskar), vanilla, orris, cendana, damar dan bergamot.Taksiran harganya mencapai Rp. 19,6 Juta
. http://www.uncrate.com/men/images/clive-christian-no-1.jpg
3. Caron’s Poivre (US$2000) Dibuat pada tahun 1954, Poivre dibuat dari campuran lada merah dan lada hitam, cengkeh serta aneka rempah lainnya. Botolnya terbuat dari kristal Baccarat dan taksiran harganya Rp. 18,2 Juta.
http://www.sostav.ru/articles/rus/2006/15.08/news/images/f3.jpg
4. Chanel’s Chanel No. 5: US$1,850 Parfum yang biasa digunakan para sosialita dunia ini berukuran besar, 15,2 ons. harganya berkisar Rp. 16,9 juta
http://www.nvo.com/louisvuitton/nss-folder/feb2006/perf%20IChanel%27s%20Chanel%20No.%205.jpg
. 5. Baccarat’s Les Larmes Sacrées de Thebes (US$1,700) Baccarat merupakan jenis kristal yang terkenal dengan kualitas dan kemurniannya. Les Larmes Sacrées de Thebes sendiri dibuat dengan jumlah yang amat terbatas, hanya 6 botol di dunia. Bentuk botolnya seperti piramida dan salah satu komposisi aromanya mengandung kemenyan! Ini dimaksudkan untuk mengeluarkan kemistisan jaman mesir kuno. Taksiran harganya mencapai Rp 15,5 Juta.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg261WVKphyaQdN_NsY-40sTIjgSxfPylNx5a7d8U6Ntd_VoZ2hcfDQ0grlSCW95dSUecYRVM9x1MTN2a_AsE87mRfVUWPvup-dKou2wVnVpqsp2G1Q4s4jDMCX3rRnULdwCfNKufA1UDDj/s320/perf%2520Baccarat%2527s%2520Les%2520Larmes%2520Sacr%25C3%25A9es%2520de%2520Thebes.jpg
6. Annick Goutal’s Eau d’Hadrien (US$1,500) Baunya yang menyenangkan dan segar membuat harganya mencapai Rp 13,7 juta.
http://www.nvo.com/louisvuitton/nss-folder/feb2006/perf%20Annick%20Goutal%27s%20Eau%20d%27Hadrien.jpg
7. Hermès’ 24 Faubourg (US$1,500) Aroma Hermes yang klasik terpancar di dalam botol wewangian yang jumlahnya hanya 1000 buah di dunia. Harga yang dibanderol Rp 13,7 juta.
https://secure.scentworld.co.uk/images/categories/2f.jpg
8. Shalini Parfums’ Shalini (US$900) Parfum yang ditampung dalam botol kristal Lalique ini mempunyai aroma yang sangat unik dan menggoda. Hanya ada 900 botol di dunia dengan harga Rp. 8,2 Jutaan.
9. Jean Patou’s Joy (US$800) Kosentrasi tiap bahan melebihi parfum pada umumnya, yakni 10.600 bunga jasmine dan 336 mawar Bulgarian untuk menjadi 1 ons cairan parfum! Harganya Rp. 7,3 Juta.
http://www.sostav.ru/articles/rus/2006/15.08/news/images/f9.jpg
10. JAR Parfums’ Bolt of Lightning (US$765) Desainer perhiasan terkenal, Joel A. Rosenthal mencoba keahliannya dalam meracik wewangian. Ia pula yang mendesain botolnya dan dipasarkan dengan harga Rp 6,9 Jutaan
http://farm4.static.flickr.com/3479/3460095247_950d76c86b.jpg?v=0

akhirnya ada cara memenangkan hati si pemalu

Anda baru saja berkenalan dengan seorang pria yang manis. Anda merasa nyaman dan "nyambung", ia pun sepertinya membalas perasaan Anda. Tetapi, kok sepertinya ia tidak memberikan respons seperti yang Anda harapkan ya? Bahkan cenderung datar. Apa yang salah? Setelah ditelisik, ternyata memang kepribadiannya yang seperti itu. Ia termasuk pria pemalu. Bagaimana caranya memenangkan hati si pemalu?

Coba tips berikut:
1. Masuki elemennya
Cari tahu apa yang menjadi kesukaan dan hobinya. Temuilah dia di sana. Jika ia senang berolahraga, coba sesekali tonton ia ketika ia bertanding atau berlatih. Jika ia suka bermain game, coba temani. Ketika ia sedang berada dalam elemennya, atau saat ia melakukan hal yang dikuasainya, ia akan berada dalam tingkat karisma dan kepercayaan diri yang tertinggi. Garis besarnya: Ia akan merasa diberdayakan dan diingini. Ketika kepercayaan dirinya tinggi, ia akan merasa lebih leluasa untuk membuat Anda tertarik padanya.

2. Beri pujian
Coba berikan pujian untuk hal-hal baru yang ada di dirinya. Atau sesekali ungkapkan padanya apa yang Anda sukai dari dirinya, beri pujian yang spesifik. Misal, "Tulisanmu di blog tentang puisi Sapardi Djoko Damono kemarin sangat menyentuh." Ketika Anda melakukan hal ini, maka Anda membangun harga dirinya dan membuatnya ingin berbagi lebih banyak tentang topik tersebut. Bahkan ada kalanya ia akan sedikit berbangga diri di hadapan Anda.

3. Sebut namanya
Dalam perbincangan, usahakan untuk menyebut namanya, ini akan membuatnya menyadari bahwa Anda menganggap ia penting. Ia akan lebih cepat merasa terikat jika Anda memanggil namanya.

4. Tanyakan pertanyaan terbuka
Contohnya: "Kenapa kamu bisa tertarik dengan pekerjaan yang sekarang?" atau, "Apa yang membuatmu pindah dari Surabaya ke Jakarta?" Pertanyaan-pertanyaan semacam ini akan membuatnya bercerita tentang siapa dirinya. Dengan begini, ia akan merasa lebih dikenal dan nyaman untuk bisa bersama dengan Anda.

5. Minta pertolongannya
Pria lajang suka membantu wanita. Mereka secara biologis terprogram seperti itu. Misalkan ada barang-barang Anda yang butuh perbaikan, dan Anda tahu barang itu bisa ia perbaiki, coba minta bantuannya. Jika ia mampu dan ia senang melakukannya, ia akan merasa lebih terhubung dengan Anda. Tanyakan apa yang ia pikirkan tentang kerusakannya untuk membuatnya bicara lebih banyak. Ketika menjadi orang yang "membantu", ia akan lebih mudah untuk membagi pikirannya dengan Anda.

6. Pertanyaan umum tapi penting
Pertanyaan-pertanyaan umum, seperti makanan kesukaannya, hobinya, atau film kesukaannya. Ketika Anda menemukan kesamaan dalam satu bidang, akan lebih mudah untuk menawarkannya melakukan kegiatan tersebut bersama. Pria semenarik apapun, jika pemalu, akan takut setengah mati untuk memulai gerakan pertama. Akan lebih mudah untuk mencoba mengajaknya terbuka ketika Anda tahu kesamaannya dengan Anda.
Ketika Anda dan dia sudah memiliki kesamaan kesukaan, Anda dan ia akan secara instan lebih mudah terikat. Dari sini Anda pun bisa mengukur ketertarikannya kepada Anda. Jika Anda sudah membuka pintu selebar-lebarnya tapi ia belum berani masuk, maka Anda tahu bahwa ia belum tertarik dengan Anda.

7. Ketika akan berpisah, ucapkan salam
Ketika akan berpisah, jangan lupa ucapkan kata-kata, "Senang bisa pergi sama kamu, kapan-kapan ketemuan lagi ya." Ini adalah ucapan yang tidak terlalu mengancam dan memalukan, tapi sekaligus menunjukkan bahwa Anda tertarik padanya. Jika ia merespons dengan positif sambil tersenyum, mengangguk, atau berkata "ya", ia mungkin merasa ketertarikan yang sama dengan Anda.

Garis bawahnya, dengan pria pemalu, Anda harus mau untuk lebih memulai gerakan. Namun perlu diingat, untuk semua "gerakan" yang Anda mulai duluan, ia harus memberikan respons positif. Jika tidak, segeralah akhiri, karena Anda tak ingin terjebak dalam fantasi dan terus-terusan mengharap ia akan tertarik pada Anda... suatu hari nanti. Ia bukanlah satu-satunya pria di dunia ini, Anda patut merasakan cinta dari orang yang bisa dan mampu membalas cinta Anda.

ternyata bukan hanya orang ketiga yang merusak hubungan

Pernahkah terpikir bahwa hubungan Anda dan pasangan yang memanas belakangan ini disebabkan oleh sabotase? Mungkin tidak. Banyak orang yang mengira hubungan hanya bisa dirusak oleh kehadiran orang ketiga. Padahal, sabotase hubungan tak melulu karena itu. Sikap Anda atau pasangan yang berpotensi merusak juga bisa jadi faktor penyebabnya.

Mengenali sikap yang berpotensi merusak sebuah hubungan ini memang bukan hal yang mudah. Justru kita lebih mudah mengenali sikap yang membahayakan hubungan daripada sikap yang hanya berpotensi. Anda memang mesti jeli melihat tanda-tanda itu.

Berharap terlalu tinggi
Apakah Anda mencintai pasangan apa adanya atau hanya mencintainya seperti yang Anda mau? Anda ingin pasangan begini atau begitu. Jika pilihan ini yang Anda jalani, jangan heran jika Anda akan selalu merasa kecewa, frustrasi, dan tidak puas dengan hubungan Anda.
Solusi: Mencari-cari kesalahan dengan terus berfokus pada ketidaksempurnaan dan kekurangan pasangan sudah pasti akan menyabotase hubungan. Carilah sumber masalah yang sebenarnya untuk diselesaikan. Daripada memfokuskan diri pada kekurangan pasangan, mengapa Anda tidak melihat diri sendiri dulu?

Forgive but never forget
Apakah Anda selalu memanfaatkan luka lama untuk melindungi hati? Memaafkan pasangan tapi tidak pernah melupakan kesalahannya? Selalu merasa menjadi korban dan berniat mengubah keadaan. Sebenarnya, ini sama saja Anda selalu membawa luka lama ke mana pun. Dan membiarkan luka itu terus terbuka hanya untuk mengingatkan bahwa luka itu pernah ada, dan akan selalu ada.
Solusi: Jika masih selalu terbayang-bayang pada luka lama, berarti Anda tidak bertumbuh dan berkembang dalam menjalani hubungan. Ini juga sama artinya Anda selalu menyakiti diri sendiri. Terimalah kenyataan bahwa pasangan akan berubah dan tak lagi menjadi orang yang sama saat pertama kali Anda mengenalnya. Bersikap dewasa menghadapi masalah-masalah yang Anda hadapi dan teruslah maju.

Cemburu berlebihan
Ini sebenarnya merupakan bentuk ketidakamanan (insecurity) Anda sendiri. Merasa tidak cukup cantik, menarik, ataupun seksi, untuk mendapatkan perhatian penuh dari pasangan. Nah, kalau begini, Anda memahami bahwa masalah sebenarnya ada pada Anda, dan bukan pada pasangan.
Solusi: Untuk masalah ini, Anda perlu memulihkan rasa percaya diri ke level Anda merasa bahagia dengan diri sendiri. Namun, jika rasa cemburu pada pasangan benar-benar masuk akal dan Anda tidak dapat mempercayai pasangan lagi, tinggalkan saja. Jangan terjebak dalam rasa tidak aman yang tidak pernah berakhir.

Menyeimbangkan skor
Kesal dengan kehadiran sahabat perempuan pasangan yang mulai menimbulkan hawa panas dalam hubungan, lalu Anda membalasnya dan menjalin hubungan dengan teman pria baru. Memang sih, membuat pasangan juga merasakan sakit hati bisa membuat Anda terpuaskan. Namun, sebenarnya cara ini bisa mengubah hubungan Anda menjadi ladang ranjau.
Solusi: Psst... mengalahkan (baca: menyakiti) orang yang kita sayangi tidak membuat kita menjadi pemenang. Apakah hubungan seperti ini yang Anda inginkan? Lebih penting mana, hubungan yang sehat, atau ego untuk merasa diri paling benar? Daripada saling bersaing dan "menjatuhkan", mengapa tidak introspeksi diri? Benarkan kesalahan ada pada pasangan? Jangan-jangan karena Anda kurang perhatian. Nah, coba pikirkan lagi.

Passive aggression
Maksudnya, menggunakan cara-cara seperti merajuk, marah dalam diam, dan mogok bicara untuk mengendalikan pasangan. Tahukah Anda, cara ini tak hanya menyakiti Anda dan pasangan, tapi juga hubungan Anda?
Solusi: Pada akhirnya, Anda mungkin bisa mendapatkan keinginan dengan sikap manipulatif tadi. Meski berhasil mengontrol pasangan, Anda tetap bukan pemenang. Belajarlah menyatakan keinginan dan kebutuhan lewat komunikasi yang efektif dan teknik yang sehat. Ini untuk persiapan Anda menghadapi konflik berikutnya.

inilah 6 alasan menghindari "Long distance"

Banyak pasangan yang terpaksa menjalani long distance relationship (LDR) karena terpaksa. Tetapi banyak pula yang menjalin hubungan meskipun tahu bahwa masing-masing tinggal di kota atau negara yang berbeda. Artinya, keputusan menjalin hubungan dilakukan atas pilihan mereka sendiri.
Tantangan apa yang dihadapi dengan hubungan jarak jauh, tentu Anda sudah tahu. Yang pertama, tentunya, masalah kesetiaan. Ketidakhadiran sosok pasangan bisa membuat Anda terbiasa untuk tidak menemuinya. Lama-kelamaan, perasaan dan harapan Anda pada si dia akan memudar. Apalagi kemudian Anda menemui sosok lain yang mampu mengatasi kerinduan Anda.
Karena itu Anda kagum, mengapa ada juga pasangan yang berhasil menjalani hubungan jarak jauh seperti ini. Bila ini yang menjadi pertanyaan Anda, jawabannya sederhana saja: jarak bukanlah penyebab kegagalan hubungan Anda. Anda lah yang membuat hubungan gagal. Sebab, LDR memang tidak berlaku untuk semua orang. Ingin tahu, orang seperti apa yang tidak cocok menjalani LDR?

Anda menyukai kemesraan
Menggandeng tangannya, saling berpelukan saat menonton konser romantis, atau mencium aroma tubuhnya yang khas, itulah yang paling Anda rindukan darinya. Jadi, meskipun Anda mampu menatap wajahnya di webcam sambil mengungkapkan betapa sayang Anda padanya, tetap saja terasa ada yang kurang lengkap. Melihat pasangan lain melakukan PDA di depan Anda juga pasti membuat Anda makin tersiksa.

Anda belum tahu apa yang ingin dicapai dari hubungan tersebut
Agar suatu hubungan jarak jauh bisa berhasil, Anda dan si dia harus tahu bahwa jarak itu bukan untuk selamanya, atau tidak terbatas. Gampangnya, jika Anda tidak saling membuat komitmen untuk bertemu kembali, dan tinggal di kota yang sama kelak, lebih baik tak usah buru-buru mengorek tabungan untuk menjumpai si dia yang berada di belahan dunia yang lain.

Anda tidak pandai membangun komunikasi
Ketidakhadiran si dia secara fisik dalam hidup Anda memang membuat Anda jadi sering merindukannya. Sayangnya Anda tak sanggup bila harus membayar ongkos telepon, dan Anda tidak pintar mengekspresikan emosi dan pikiran Anda lewat kata-kata. Jika saat sedang berduaan dengannya Anda bisa saling berpelukan saja tanpa berkata-kata, tidak demikian bila Anda menghadapinya melalui telepon. Sangat tidak mungkin membiarkan telepon hening tanpa pembicaraan, bukan? Jika Anda ingin serius bersamanya, Anda harus belajar berkomunikasi lebih baik. Bila tidak, hubungan Anda pasti akan membosankan.

Anda pernah berselingkuh
"Once a cheater, always a cheater" begitu kata orang. Jadi, Anda jangan terlalu percaya pada diri sendiri bahwa Anda mampu setia padanya. Atau, dia tetap setia dengan Anda. Kalau pun si dia berjanji untuk mengubah perilakunya, belum tentu Anda mampu mempercayainya 100 persen bukan? Mampukah Anda tidur dengan nyenyak semalam, sambil membayangkan si dia tengah asyik bersenang-senang dengan teman-temannya? Rasa cemburu adalah cara termudah untuk menggagalkan suatu hubungan. Bila Anda memang tak sanggup mengusir kecurigaan-kecurigaan semacam itu, sudahlah, akhiri saja hubungan Anda.

Anda tidak bersedia berkorban
Dengan tinggal berjauhan, artinya Anda dan dia harus menjalani kehidupan yang berbeda, dengan orang-orang yang berbeda. Untuk "bertemu" di telepon atau di dunia maya, Anda harus mengatur jadwal lebih dulu. Dan ini bukan hal yang mudah. Anda harus bersedia mengorbankan hal-hal yang Anda lakukan secara rutin untuk menyisihkan waktu bersama si dia. Jika tidak, salah satu dari Anda akan dianggap tidak mau berkomitmen.

Anda senang bermanja-manja
Karena si dia tak ada di dekat Anda, dengan siapa Anda bisa bermanja-manja? Bermanja dengan teman wanita atau dengan saudara Anda, tentu beda rasanya. Dengan teman pria Anda? Anda hanya mencari masalah, karena salah satu dari Anda biasanya tidak akan memperlakukan diri sebagai teman biasa lagi.