Kamis, 16 Desember 2010

Kesenjangan antara Teknologi Pertanian dan Aplikasinya di Petani

Teknologi sejatinya adalah sarana bagi peningkatan kesejahteraan manusia, baik itu efisiensi maupun efektivitas untuk meningkatkan produktivitas.

Begitu pula halnya dalam pertanian, teknologi pertanian dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian, baik itu dari sisi input, budidaya, dan pengolahan.

Dalam prakteknya di Indonesia, pengembangan teknologi pertanian tidak sejalan dengan sosialisasi terhadap usernya, terutama petani.

Ada link yang putus, dimana pihak perguruan tinggi dan swasta selaku pengembang teknologi dan pemerintah selaku pemegang kebijakan pertanian kurang saling bersinergi, dan parahnya lagi petani sebagai ujung tombak budidaya kurang mendapat edukasi tentang teknologi pertanian.

Pertanian adalah sains sekaligus seni, dimana tanah sebagai tempat bercocok tanam, tanaman sebagai komoditas tani, dan lingkungan meliputi iklim, cuaca, serta hama penyakit merupakan interaksi yang kompleks sekaligus sinergis yang saling berkaitan satu sama lainnya.

Ada baiknya petani dan bagi yang akan jadi petani belajar tentang ilmu dasar pertanian terutama tanah, karena tanah lah sumber hara terbesar bagi tanaman. Dengan demikian maka inovasi teknologi pertanian akan mudah diaplikasikan, baik itu introduksi dari pihak perguruan tinggi dan swasta serta pemerintah maupun dari pengalaman praktis petani itu sendiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar