Sabtu, 16 Oktober 2010
Distibusi Wewenang Antar Level Pemerintahan
Jumat, 08 Oktober 2010
Liberalisme
Liberalisme
Dalam liberalisme peran Negara adalah menjalankan sedikit urusan yang tidak bisa dilakukan sendiri oleh individu. Seperti pembentukan hukum, jaminan hokum internasional, dan pembuatan uang. Jadi pemerintah disini lebih diasumsikan membantu atau sebagi pelayan rakyat.
Tokoh tokoh dalam liberlisme adalah Adam Smith dalam bukunya The WealthOf Nations (1776) dan David Ricardo dalam bukunya Principle of Political Economyand Taxation(1817). Selain itu ada tokoh lain yaitu
John stuart Mill
Menurutnya liberalism merupakan kekuatan perusak pada abad 18, jadi melemahkan wewenang kekuasaan Negara dan memperkuat kebebasan individu. Kemajuan social perlu dipahami sebagai kemajuan moral juga dan spiritual bukan hanya penumpukan kekayaan saja Negara perlu melakukan tindakan terbatas dan selektif untuk megoreksi kegagalan dan kelmahan pasar. Negara harus “berlepas tangan” dalam sebagian besar bidang kehidupan. Dalam hal ini Negara membiarkan rakyat berusaha dengan kemampuan meeka sendiri untuk kemakmuran. Akan tetapi Negara perlu campur tangan dalam bidang pendidikan anak, bantuan untuk orang miskin, dengan asumsi inisiatif individu tidak memadai untu meningkatkan kesejahteraan social.
Keynes
Mengombinasikan pengaruh Negara dan pasar, walaupun masih dalam semangat Adam Smith, gagasan ‘the invisible hand” hanya diterapkan pada isu kecil saja dan member peluang besar kepada Negara, walaupun terbatas untuk menerapkan pkenijakan yang konstruktif. Negara dapat menggunakan kekuasaannya untuk memperkuat dan memperbaiki beroperasinya mekanisme pasar tapi tidak dengan cara merkantilis yang nasionalis dan agresif maupun gaya komunis yang menerapkan atau mengutamkan gaya perkasa. Keynes memperjuangkan pasar bebas di berbagai bidang termasuk perdagangan dan keuangan internasional, tetapi peran positif pemerintah diyakininya dapat bermanfaat mengatasi persoalan yang tidak bisa ditangani oleh pasar seperti inflasi dan pengangguran
Teori stabilitas hegemonic
Pasar internasional dapat berfungsi optimal ketika tersedia “public goods” internasional yang dalam penyediaannya membutuhkan dana atau biaya yang luar biasa yang menyebabkan perdagangan bebas, perdamaian dan keamanan, perimbangan kekuatan, dan pembayaran international yang sehat.
Ketika muncul suatu kekuatan hegemon yang bersedia menanggung beban penyediaan barang barang public tersebt, maka ekonomi dunia cenderung mengalami pertumbuhan tinggi dan kemakmuran karena manfaat dari perdagangan bebas, keamanan dan perdamaian, maupun mata udang yang sehat merangsang perkembangan pasar dimana mana. Belanda Negara hegemon abad 18, inggris Negara hegemon abad 19, dan AS Negara hegemon pasca perang dunia ke II.
Kebangkitan kembali liberalism klasik
Friedrich von Hayek (1899-1992) berpendapat bahwa sosialisme dan pengaruh Negara yang semakin meningkat merupakan ancaman fundamental terhadap kebebasan individual.
Milton Friedman (1912-…) , menurunya control pemerintah selalu menimbulkan ketimpangan dan inefisiensi karena harus intervensi Negara dalam kehidupan privat harus diminimalisir. Kebebasan politik bekaitan dengan kebebasan ekonomi dan yang paling mampu menjamin keduanya adalah pasar bebas bukan tindakan Negara.
Neo Konservativisme/ neo-Liberal (1980-an-…)
- Praktisi : PM Inggris, Margaret Thatcher dan Presiden AS, Ronald Reagan.
- Mengadopsi ide ide Adam Smith dan hayek friedman
- Kebijakan dirancang untuk mengurangi control Negara atas kegiatan sector swasta dalam bentuk deregulasi dan pivatisasi BUMN.
Senin, 04 Oktober 2010
E-Administration sebagai langkah strategis peningkatan mutu pelayanan publik
Hambatan INovasi di Sektor Publik
Minggu, 03 Oktober 2010
diskresi birokrasi
Berangkat dari pandangan itu, birokrasi sudah seharusnya memilliki ruang diskresi yang memungkinkan pengambilan keputusan secara mandiri, responsif dan semata mata ditunjukkan untuk mengatasi masalah riil di lapangan. asumsi yang berkembang, diskresi itu berbahaya sehingga harus dibatasi bahkan tidak perlu ada. tapi disisi lain ada yang berpendapat bahwa birokrasi itu justru dilindungi sehingga siapapun yang akan memanfaatkan birokrasi untuk kepentingan dirinya atau kelompok akan mendapat sanksi yang tegas. Pejabat setingkat Sekertaris Daerah dan Kepala Dinas perlu mendapat perlindungan ketika mengambil keputusan diskresi namun masih dalam bats kewenangannya dan demi mengatasi masalah yang lebih urgent. Garis batas kewenangan antara pejabat politik dengan birokrasi perlu dipertegas agar tidak ada yang saling mengintervensi dan dominasi diantara mereka yang pada gilirannya justru merugikan kepentingan politik.
